Selasa, 30 Oktober 2018

Asas Asas Komunikasi Manusia

  Gunung Es Komunikasi
Yang Terlihat dan Yang Tak  Terlihat Dari Komunikasi Manusia
 Sebagian besar tindakan dan fungsi yang diperlukan untuk membuat proses komunikasi bekerja tidak akan terlihat oleh mata yang tidak terlatih seperti situasi berikut ini. Bill berkata : “jane, tolong berikan garam. “ jane mengambil tempat garam dan memberikannya pada Bill. Dalam keadaan seperti ini situasi dapat dimaknai dari bill kepada jane melalui pesan verbalnya. Bagaimanapun, bahkan dalam situasi dasar seperti permintaan garam, proses komunikasi jauh lebih kompleks dari yang terlihat dan sebagian besar kompleksnya tersebut tidak terlihat. Untuk memahami kompleksitas komunikasi secara utuh ada baiknya kita memiliki pemahaman dari karakteristik yang terlihat maupun yang tidak terlihat dari komunikasi manusia.
Aspek-aspek yang terlihat dari komunikasi
v  Orang
Ketika kita merujuk kepada orang, kita berfikir mengenai individu sebagai pengirim/penerima pesan. Kita memasukkan kedalam kategori juru bicara, seperti halnya individu-individu yang berbicara kepada orang lain, kelompok atau organisasi. Individu yang terlbat dalam penulisan dan pengiriman pesan juga termasuk didalamnya yang merupakan penerima pesan dalam situasi komunikasi baik sebagai pedengar, pembaca atau pengamat.
v  Simbol
Simbol adalah karaker, huruf, angka, kata-kata, benda, orang, atatu  tindakan yang berfungsi mewakili sasuatu  siimbol itu sendiri. Sejumlah penulisan the merujuk simbol sebagai sifat sosial kita. Sebagai manusia, kita memiliki kemampuan berkomunikasi yang unik, bagaimanapun kita dapat membuat dan menggunakan simbol an bahasa simbolis, dan inilah suatu keahlian dan dampak dari itu yang membuat sifat menonjol sebagai makhluk manusia.
Simbol-simbol mewakili benda atau ide tentang sebuah benda. Kata-kata simbol karena mereka mewakili benda, ide, hubungan, orang, tempat dan perasaan untuk penamaan, hanya sedikit konsep atau objek yang dirujuk oleh kata-kata.
v  Teknologi
Bagi kebanyakan hewan, sinyal penglihatan, pendengaran, penciuma, perasaan  dan sentuhhan bersifat sementara. Suara, sentuhan, sensasi atau bau secara efektif dapat membuat hewan berhubungan dengan sesamanya dan dengan ilngkungannya. Masing-masing sinyal tidak bertahan lama, dan setelah  pesan itu tersampaikan tidak meninggalkan jejak. Dalam banyak kasus, hewan juga harus berada dalam jarak penglihatan atau pendngaran untuk menanggapi pesan dari hewan lain. Tanpa mnggunakan penglihata atau pendengaran hewan mungkin dapat menanggapi  pesan melalui isyarat penciuma, namun, isyarat penciuman ynag digunakan untuk menandai wilayah atau memberikan jejak umunya juga cepat hilang.
v  Permanen dan portabilitas.
Teknologi memungkinkan kkita untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi dari satu generasi kegeerasi berikutnya. Teknologi memungkinkan kita untuk ”menjembatani” atau “mengikat “ waktu untuk menggunakan rekaman dari masa lalu seperti halnya masa kini, serta untuk membuat pesan hari ini yang akan menjadi bagian dari generasi mendatang.
Berkat teknologi komunikasi manusia jjuga memiliki kapasitas “berpindah-pindah” untuk  menjembatani ruang. Benda orang yang merujuk  ssimbol tertentu  tidakk perlu hadir disatu lokkasi geografis dapat dikirimkan kepada orang-orang dibenua lain. Teknologi  komunikasi memperpanjang dan memberikan alternative untuk komunikasi tatap muak, sebagai sarana mengirim dan menerima pesan.
Aspek Komunikasi yang Tidak Terlihat
Sepuluh aspek lain dari komunikasi sangatlah penting, namun tidak terlihat oleh mata yang tidak terlatih. Kesepuluhnya itu yaitu:
Ø  Makna
Kita menciptakan simbol. Untuk menggunakanna dalam komunikasi, kita juga harus menciptakan makna dan tanggapan kepada simbol-simbol itu. Untuk menggambarka hal ini, perhatikan kata burung. Kata burung tidak memiliki makna yang melekat dan terkandung didalamnya. Ini hanyalah sebuah pola tertentu dari getaran suara yang datang bersamaan dengan manipulasi pita suara, bibir, lidah, da mulut, atau sebuah konfgurasi tinta pada kertas dalam bahasa tertulis
Ø  Pembelajaran
Kita lahir dengan memiliki beberapa reflek kecendurungan merespo pesan. Misalnya adalah saat terjadi sentuhan putting susu  kemulut bayi yang baru  lahir sentuhan itu  adalah isyarat yang memicu  respons reflek yang menghisap yang dipelukan untuk makan. Demikian juga kita sengaja menempatkan jari diatas kompor panas, sinyal dikirim keotak, dan dalam sekejap kita tarik tangan kita kembali.tanggapa seperti ini terjad secara  otomatis. Hal-hal reflek demikian adalah non-simbolik dan tidak melibatkan proses pembelajaran simbol. Gejalah ini adalah apa yang dapat kita sebut dengan istilah aturan pertama, peristiwa memproses informasi..
Ø  Subjektivitas
Pengakuan bahwa banyak komunikasi adalah subjektif dan pribadi telah mengalihkan nilai tema pengamatan, bahwa yang menakjubkan dari komunikasi tidaklah saat terlihat gagal, melainkan justru pada saat ia tampakk berhasil.
Ø  Negoisasi
Untuk simbol yang  kita gunakan, agar dapat terhubung dengan yang lain secara efektif, makna yang kita gunaka haruslah klop dengan makna yang dimiliki oleh yang lain. Saat kita terlibat dalam komunikasi, kita telah ambil bagian dalam proses negosasi, melalui mana kita mencocokkan makna-makna yang kita miliki dengan yang dimiliki orang lain.
Ø  Budaya
Melalui komunikasi manusia kita menciptakan budaya umum dan pandangan bersama tentang realitas dan tiba pada tahap memahami satu sama lain untuk mengoordinasikan makna dari simbol-simbol yang kita gunakan.
Budaya adalah sistem pengetahuan yang digunakan oleh sekelompok besar orang. Budaya dapat  dicirikan sebagai individualistik atau  kolektif. Dalam budaya individu listis (seperti Amarika Serikat) inisiatif individu, prestasi, dan kompetisi dinilai dan realisasi diri adalah tujuan utama.
Ø  Konteks dan Tingkat Interaksi
Komunikasi manusia beroperasi dalam berbagai konteks dan berbagai tingkatan adalah darah kehidupan bagi individu, hubungan antarsesama, kelompok, organisasi,  dan masyarakat. Intrapersonal, interpersonal, kelompok, organisasi, publik, massa dan komunikasi masyarakat tidak beroperasi secara terselubung. Terdapat pengaruh diantara semuanya. Dalam hubungan dimana kita terlibat, dalam grub dimana kita menjadi anggota. Organisasi tempat kerja, dan masyarakat dunia dimana kita hidup semua memiliki dampak terhadap kegiatan komunikasi pribadi kita.
Ø  Referensi diri
Makna yang diberikan terhadap suatu symbol dipengaruhi oleh pengalaman masing- masing individu. Jadi komunikasi manusia pada dasarnya bersifat self- reference dan autobiografis. Bahkan apa yang kita katakan tentang orang lain sering kali mengatakan tentang kita juga.
Ø  Refleksi diri
Maksudnya manusia memiliki kemampuan untuk memikirkan dirinya, perilakunya, harapannya dan sebaliknya mengenali kekurangan, kegagalandan harapan yang tidak dicapainya.
Ø  Etika
Memutuskan kapan bila mana dapat diterima untuk tidak berkata sebenarnya kepada orang lain, dan jenis ketidak jujuran apa yang diterima, adalah hanya satu contoh pilihan etika yangn yang kita ambil setiap hari sebagai alat untuk berkomunikasi. Isu-isu timbul dalam semua jenus komunikasi termasuk komunikasi interpersonal, komunikasi oraganisasi, komunikasi poltik, iklan, dan media berita. Etika sangat penting untuk analisis kritis terhadap perilaku komunikasi kita dalam semua kasus. Ketika pilihan yang kita buat sering bersifat pribadi, konsekuensi pilihannya malah justru tidak. Konsekuensi yang tidak pribadi, adalah makna tambahan yang juga berperan dalam pilihan etika kita.
Ø  Keniscayaan
“kita tidak bisa berkomunikasi.” Ini adalah pernyataan dari Watzlawich, Beavin, dab Jackson untuk menekankn bahwa kita pasti terlibat dalam proses pembuatan dan pengelolahan pesan selama hidup kita. Perilaku veral dan nonverbal kita merupakan sumber informasi yang terus mengalir bagi orang lain yang ada pada giliran berikutnya, secara berlanjut dan tak terhindarkan kita memproses informasi tentang orang-orang, situasi dan objek-objek dilingkungan kita, dan tentang diri kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar