Gunung Es Komunikasi
Yang Terlihat dan Yang Tak Terlihat Dari Komunikasi Manusia
Sebagian besar tindakan dan fungsi yang
diperlukan untuk membuat proses komunikasi bekerja tidak akan terlihat oleh
mata yang tidak terlatih seperti situasi berikut ini. Bill berkata : “jane,
tolong berikan garam. “ jane mengambil tempat garam dan memberikannya pada
Bill. Dalam keadaan seperti ini situasi dapat dimaknai dari bill kepada jane
melalui pesan verbalnya. Bagaimanapun, bahkan dalam situasi dasar seperti
permintaan garam, proses komunikasi jauh lebih kompleks dari yang terlihat dan
sebagian besar kompleksnya tersebut tidak terlihat. Untuk memahami kompleksitas
komunikasi secara utuh ada baiknya kita memiliki pemahaman dari karakteristik
yang terlihat maupun yang tidak terlihat dari komunikasi manusia.
Aspek-aspek yang terlihat dari
komunikasi
v
Orang
Ketika kita merujuk kepada orang,
kita berfikir mengenai individu sebagai pengirim/penerima pesan. Kita
memasukkan kedalam kategori juru bicara, seperti halnya individu-individu yang
berbicara kepada orang lain, kelompok atau organisasi. Individu yang terlbat
dalam penulisan dan pengiriman pesan juga termasuk didalamnya yang merupakan
penerima pesan dalam situasi komunikasi baik sebagai pedengar, pembaca atau
pengamat.
v
Simbol
Simbol adalah karaker, huruf,
angka, kata-kata, benda, orang, atatu
tindakan yang berfungsi mewakili sasuatu
siimbol itu sendiri. Sejumlah penulisan the merujuk simbol sebagai sifat
sosial kita. Sebagai manusia, kita memiliki kemampuan berkomunikasi yang unik,
bagaimanapun kita dapat membuat dan menggunakan simbol an bahasa simbolis, dan
inilah suatu keahlian dan dampak dari itu yang membuat sifat menonjol sebagai
makhluk manusia.
Simbol-simbol mewakili benda atau
ide tentang sebuah benda. Kata-kata simbol karena mereka mewakili benda, ide,
hubungan, orang, tempat dan perasaan untuk penamaan, hanya sedikit konsep atau
objek yang dirujuk oleh kata-kata.
v
Teknologi
Bagi kebanyakan hewan, sinyal
penglihatan, pendengaran, penciuma, perasaan
dan sentuhhan bersifat sementara. Suara, sentuhan, sensasi atau bau
secara efektif dapat membuat hewan berhubungan dengan sesamanya dan dengan
ilngkungannya. Masing-masing sinyal tidak bertahan lama, dan setelah pesan itu tersampaikan tidak meninggalkan
jejak. Dalam banyak kasus, hewan juga harus berada dalam jarak penglihatan atau
pendngaran untuk menanggapi pesan dari hewan lain. Tanpa mnggunakan penglihata
atau pendengaran hewan mungkin dapat menanggapi
pesan melalui isyarat penciuma, namun, isyarat penciuman ynag digunakan
untuk menandai wilayah atau memberikan jejak umunya juga cepat hilang.
v
Permanen dan portabilitas.
Teknologi memungkinkan kkita
untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi dari satu generasi kegeerasi
berikutnya. Teknologi memungkinkan kita untuk ”menjembatani” atau “mengikat “
waktu untuk menggunakan rekaman dari masa lalu seperti halnya masa kini, serta
untuk membuat pesan hari ini yang akan menjadi bagian dari generasi mendatang.
Berkat teknologi komunikasi
manusia jjuga memiliki kapasitas “berpindah-pindah” untuk menjembatani ruang. Benda orang yang
merujuk ssimbol tertentu tidakk perlu hadir disatu lokkasi geografis
dapat dikirimkan kepada orang-orang dibenua lain. Teknologi komunikasi memperpanjang dan memberikan
alternative untuk komunikasi tatap muak, sebagai sarana mengirim dan menerima
pesan.
Aspek
Komunikasi yang Tidak Terlihat
Sepuluh aspek lain dari
komunikasi sangatlah penting, namun tidak terlihat oleh mata yang tidak
terlatih. Kesepuluhnya itu yaitu:
Ø
Makna
Kita menciptakan simbol. Untuk
menggunakanna dalam komunikasi, kita juga harus menciptakan makna dan tanggapan
kepada simbol-simbol itu. Untuk menggambarka hal ini, perhatikan kata burung. Kata
burung tidak memiliki makna yang melekat dan terkandung didalamnya. Ini
hanyalah sebuah pola tertentu dari getaran suara yang datang bersamaan dengan
manipulasi pita suara, bibir, lidah, da mulut, atau sebuah konfgurasi tinta
pada kertas dalam bahasa tertulis
Ø
Pembelajaran
Kita lahir dengan memiliki
beberapa reflek kecendurungan merespo pesan. Misalnya adalah saat terjadi
sentuhan putting susu kemulut bayi yang
baru lahir sentuhan itu adalah isyarat yang memicu respons reflek yang menghisap yang dipelukan
untuk makan. Demikian juga kita sengaja menempatkan jari diatas kompor panas,
sinyal dikirim keotak, dan dalam sekejap kita tarik tangan kita
kembali.tanggapa seperti ini terjad secara
otomatis. Hal-hal reflek demikian adalah non-simbolik dan tidak
melibatkan proses pembelajaran simbol. Gejalah ini adalah apa yang dapat kita
sebut dengan istilah aturan pertama, peristiwa memproses informasi..
Ø
Subjektivitas
Pengakuan bahwa banyak komunikasi
adalah subjektif dan pribadi telah mengalihkan nilai tema pengamatan, bahwa
yang menakjubkan dari komunikasi tidaklah saat terlihat gagal, melainkan justru
pada saat ia tampakk berhasil.
Ø
Negoisasi
Untuk simbol yang kita gunakan, agar dapat terhubung dengan
yang lain secara efektif, makna yang kita gunaka haruslah klop dengan makna
yang dimiliki oleh yang lain. Saat kita terlibat dalam komunikasi, kita telah
ambil bagian dalam proses negosasi, melalui mana kita mencocokkan makna-makna
yang kita miliki dengan yang dimiliki orang lain.
Ø
Budaya
Melalui komunikasi manusia kita
menciptakan budaya umum dan pandangan bersama tentang realitas dan tiba pada
tahap memahami satu sama lain untuk mengoordinasikan makna dari simbol-simbol
yang kita gunakan.
Budaya adalah sistem pengetahuan
yang digunakan oleh sekelompok besar orang. Budaya dapat dicirikan sebagai individualistik atau kolektif. Dalam budaya individu listis
(seperti Amarika Serikat) inisiatif individu, prestasi, dan kompetisi dinilai
dan realisasi diri adalah tujuan utama.
Ø
Konteks dan Tingkat Interaksi
Komunikasi manusia beroperasi
dalam berbagai konteks dan berbagai tingkatan adalah darah kehidupan bagi
individu, hubungan antarsesama, kelompok, organisasi, dan masyarakat. Intrapersonal, interpersonal,
kelompok, organisasi, publik, massa dan komunikasi masyarakat tidak beroperasi
secara terselubung. Terdapat pengaruh diantara semuanya. Dalam hubungan dimana
kita terlibat, dalam grub dimana kita menjadi anggota. Organisasi tempat kerja,
dan masyarakat dunia dimana kita hidup semua memiliki dampak terhadap kegiatan
komunikasi pribadi kita.
Ø
Referensi diri
Makna yang diberikan terhadap
suatu symbol dipengaruhi oleh pengalaman masing- masing individu. Jadi
komunikasi manusia pada dasarnya bersifat self- reference dan autobiografis.
Bahkan apa yang kita katakan tentang orang lain sering kali mengatakan tentang
kita juga.
Ø
Refleksi diri
Maksudnya manusia memiliki
kemampuan untuk memikirkan dirinya, perilakunya, harapannya dan sebaliknya
mengenali kekurangan, kegagalandan harapan yang tidak dicapainya.
Ø
Etika
Memutuskan kapan bila mana dapat
diterima untuk tidak berkata sebenarnya kepada orang lain, dan jenis ketidak
jujuran apa yang diterima, adalah hanya satu contoh pilihan etika yangn yang
kita ambil setiap hari sebagai alat untuk berkomunikasi. Isu-isu timbul dalam
semua jenus komunikasi termasuk komunikasi interpersonal, komunikasi
oraganisasi, komunikasi poltik, iklan, dan media berita. Etika sangat penting
untuk analisis kritis terhadap perilaku komunikasi kita dalam semua kasus.
Ketika pilihan yang kita buat sering bersifat pribadi, konsekuensi pilihannya
malah justru tidak. Konsekuensi yang tidak pribadi, adalah makna tambahan yang
juga berperan dalam pilihan etika kita.
Ø
Keniscayaan
“kita tidak bisa berkomunikasi.”
Ini adalah pernyataan dari Watzlawich, Beavin, dab Jackson untuk menekankn
bahwa kita pasti terlibat dalam proses pembuatan dan pengelolahan pesan selama
hidup kita. Perilaku veral dan nonverbal kita merupakan sumber informasi yang
terus mengalir bagi orang lain yang ada pada giliran berikutnya, secara
berlanjut dan tak terhindarkan kita memproses informasi tentang orang-orang,
situasi dan objek-objek dilingkungan kita, dan tentang diri kita sendiri.