Selasa, 30 Oktober 2018

Asas Asas Komunikasi Manusia

  Gunung Es Komunikasi
Yang Terlihat dan Yang Tak  Terlihat Dari Komunikasi Manusia
 Sebagian besar tindakan dan fungsi yang diperlukan untuk membuat proses komunikasi bekerja tidak akan terlihat oleh mata yang tidak terlatih seperti situasi berikut ini. Bill berkata : “jane, tolong berikan garam. “ jane mengambil tempat garam dan memberikannya pada Bill. Dalam keadaan seperti ini situasi dapat dimaknai dari bill kepada jane melalui pesan verbalnya. Bagaimanapun, bahkan dalam situasi dasar seperti permintaan garam, proses komunikasi jauh lebih kompleks dari yang terlihat dan sebagian besar kompleksnya tersebut tidak terlihat. Untuk memahami kompleksitas komunikasi secara utuh ada baiknya kita memiliki pemahaman dari karakteristik yang terlihat maupun yang tidak terlihat dari komunikasi manusia.
Aspek-aspek yang terlihat dari komunikasi
v  Orang
Ketika kita merujuk kepada orang, kita berfikir mengenai individu sebagai pengirim/penerima pesan. Kita memasukkan kedalam kategori juru bicara, seperti halnya individu-individu yang berbicara kepada orang lain, kelompok atau organisasi. Individu yang terlbat dalam penulisan dan pengiriman pesan juga termasuk didalamnya yang merupakan penerima pesan dalam situasi komunikasi baik sebagai pedengar, pembaca atau pengamat.
v  Simbol
Simbol adalah karaker, huruf, angka, kata-kata, benda, orang, atatu  tindakan yang berfungsi mewakili sasuatu  siimbol itu sendiri. Sejumlah penulisan the merujuk simbol sebagai sifat sosial kita. Sebagai manusia, kita memiliki kemampuan berkomunikasi yang unik, bagaimanapun kita dapat membuat dan menggunakan simbol an bahasa simbolis, dan inilah suatu keahlian dan dampak dari itu yang membuat sifat menonjol sebagai makhluk manusia.
Simbol-simbol mewakili benda atau ide tentang sebuah benda. Kata-kata simbol karena mereka mewakili benda, ide, hubungan, orang, tempat dan perasaan untuk penamaan, hanya sedikit konsep atau objek yang dirujuk oleh kata-kata.
v  Teknologi
Bagi kebanyakan hewan, sinyal penglihatan, pendengaran, penciuma, perasaan  dan sentuhhan bersifat sementara. Suara, sentuhan, sensasi atau bau secara efektif dapat membuat hewan berhubungan dengan sesamanya dan dengan ilngkungannya. Masing-masing sinyal tidak bertahan lama, dan setelah  pesan itu tersampaikan tidak meninggalkan jejak. Dalam banyak kasus, hewan juga harus berada dalam jarak penglihatan atau pendngaran untuk menanggapi pesan dari hewan lain. Tanpa mnggunakan penglihata atau pendengaran hewan mungkin dapat menanggapi  pesan melalui isyarat penciuma, namun, isyarat penciuman ynag digunakan untuk menandai wilayah atau memberikan jejak umunya juga cepat hilang.
v  Permanen dan portabilitas.
Teknologi memungkinkan kkita untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi dari satu generasi kegeerasi berikutnya. Teknologi memungkinkan kita untuk ”menjembatani” atau “mengikat “ waktu untuk menggunakan rekaman dari masa lalu seperti halnya masa kini, serta untuk membuat pesan hari ini yang akan menjadi bagian dari generasi mendatang.
Berkat teknologi komunikasi manusia jjuga memiliki kapasitas “berpindah-pindah” untuk  menjembatani ruang. Benda orang yang merujuk  ssimbol tertentu  tidakk perlu hadir disatu lokkasi geografis dapat dikirimkan kepada orang-orang dibenua lain. Teknologi  komunikasi memperpanjang dan memberikan alternative untuk komunikasi tatap muak, sebagai sarana mengirim dan menerima pesan.
Aspek Komunikasi yang Tidak Terlihat
Sepuluh aspek lain dari komunikasi sangatlah penting, namun tidak terlihat oleh mata yang tidak terlatih. Kesepuluhnya itu yaitu:
Ø  Makna
Kita menciptakan simbol. Untuk menggunakanna dalam komunikasi, kita juga harus menciptakan makna dan tanggapan kepada simbol-simbol itu. Untuk menggambarka hal ini, perhatikan kata burung. Kata burung tidak memiliki makna yang melekat dan terkandung didalamnya. Ini hanyalah sebuah pola tertentu dari getaran suara yang datang bersamaan dengan manipulasi pita suara, bibir, lidah, da mulut, atau sebuah konfgurasi tinta pada kertas dalam bahasa tertulis
Ø  Pembelajaran
Kita lahir dengan memiliki beberapa reflek kecendurungan merespo pesan. Misalnya adalah saat terjadi sentuhan putting susu  kemulut bayi yang baru  lahir sentuhan itu  adalah isyarat yang memicu  respons reflek yang menghisap yang dipelukan untuk makan. Demikian juga kita sengaja menempatkan jari diatas kompor panas, sinyal dikirim keotak, dan dalam sekejap kita tarik tangan kita kembali.tanggapa seperti ini terjad secara  otomatis. Hal-hal reflek demikian adalah non-simbolik dan tidak melibatkan proses pembelajaran simbol. Gejalah ini adalah apa yang dapat kita sebut dengan istilah aturan pertama, peristiwa memproses informasi..
Ø  Subjektivitas
Pengakuan bahwa banyak komunikasi adalah subjektif dan pribadi telah mengalihkan nilai tema pengamatan, bahwa yang menakjubkan dari komunikasi tidaklah saat terlihat gagal, melainkan justru pada saat ia tampakk berhasil.
Ø  Negoisasi
Untuk simbol yang  kita gunakan, agar dapat terhubung dengan yang lain secara efektif, makna yang kita gunaka haruslah klop dengan makna yang dimiliki oleh yang lain. Saat kita terlibat dalam komunikasi, kita telah ambil bagian dalam proses negosasi, melalui mana kita mencocokkan makna-makna yang kita miliki dengan yang dimiliki orang lain.
Ø  Budaya
Melalui komunikasi manusia kita menciptakan budaya umum dan pandangan bersama tentang realitas dan tiba pada tahap memahami satu sama lain untuk mengoordinasikan makna dari simbol-simbol yang kita gunakan.
Budaya adalah sistem pengetahuan yang digunakan oleh sekelompok besar orang. Budaya dapat  dicirikan sebagai individualistik atau  kolektif. Dalam budaya individu listis (seperti Amarika Serikat) inisiatif individu, prestasi, dan kompetisi dinilai dan realisasi diri adalah tujuan utama.
Ø  Konteks dan Tingkat Interaksi
Komunikasi manusia beroperasi dalam berbagai konteks dan berbagai tingkatan adalah darah kehidupan bagi individu, hubungan antarsesama, kelompok, organisasi,  dan masyarakat. Intrapersonal, interpersonal, kelompok, organisasi, publik, massa dan komunikasi masyarakat tidak beroperasi secara terselubung. Terdapat pengaruh diantara semuanya. Dalam hubungan dimana kita terlibat, dalam grub dimana kita menjadi anggota. Organisasi tempat kerja, dan masyarakat dunia dimana kita hidup semua memiliki dampak terhadap kegiatan komunikasi pribadi kita.
Ø  Referensi diri
Makna yang diberikan terhadap suatu symbol dipengaruhi oleh pengalaman masing- masing individu. Jadi komunikasi manusia pada dasarnya bersifat self- reference dan autobiografis. Bahkan apa yang kita katakan tentang orang lain sering kali mengatakan tentang kita juga.
Ø  Refleksi diri
Maksudnya manusia memiliki kemampuan untuk memikirkan dirinya, perilakunya, harapannya dan sebaliknya mengenali kekurangan, kegagalandan harapan yang tidak dicapainya.
Ø  Etika
Memutuskan kapan bila mana dapat diterima untuk tidak berkata sebenarnya kepada orang lain, dan jenis ketidak jujuran apa yang diterima, adalah hanya satu contoh pilihan etika yangn yang kita ambil setiap hari sebagai alat untuk berkomunikasi. Isu-isu timbul dalam semua jenus komunikasi termasuk komunikasi interpersonal, komunikasi oraganisasi, komunikasi poltik, iklan, dan media berita. Etika sangat penting untuk analisis kritis terhadap perilaku komunikasi kita dalam semua kasus. Ketika pilihan yang kita buat sering bersifat pribadi, konsekuensi pilihannya malah justru tidak. Konsekuensi yang tidak pribadi, adalah makna tambahan yang juga berperan dalam pilihan etika kita.
Ø  Keniscayaan
“kita tidak bisa berkomunikasi.” Ini adalah pernyataan dari Watzlawich, Beavin, dab Jackson untuk menekankn bahwa kita pasti terlibat dalam proses pembuatan dan pengelolahan pesan selama hidup kita. Perilaku veral dan nonverbal kita merupakan sumber informasi yang terus mengalir bagi orang lain yang ada pada giliran berikutnya, secara berlanjut dan tak terhindarkan kita memproses informasi tentang orang-orang, situasi dan objek-objek dilingkungan kita, dan tentang diri kita sendiri.

Selasa, 23 Oktober 2018

Evolusi Teori Komunikasi

Evolusi pemikiran
            Sebagian besar pandangan yang paling awal tentang komunikasi berpusat pada kkepentingan umum dimana seorang orator menyampaikan pidato untuk meyakinkan pendengarannya mengenai suatu kebenaran dari sudut pandang tertentu. Secara bertahap pemikiran komunikasi berkembang secara luas, dengan focus pada berbicara antar pribadi dan berbicara didepan umum. Komunikasi im komunikasi dengan mediasi teknologi serta komunikasi verbal banyak pembicara dengan banyak pendengar dan sumber perorangan dengan banyak penerima.
Asal Usul Teori Komunikasi: Yunani Kuno
 Aristoteles (385-347) dan gurunya Plato (427-347 SM) adalh tokoh yang paling sentral dalam permulaan studi komunikasi. Keduanya mengganggap komunikasi sebagai seni atau keahlian untuk diprkatikan sekaligus sebagai bidang studi. Bagi, Aristoteles komunikasi kegiatan verbal melalui mana pembicara berusahs membujuk – untuk mencapai tujuan yang didimilkinya dengan seorang pendengar melaui penyusunan argumen secara mahir dan melalui penyamapaian pidato. Plato dalam tulisan-tulisannya, menguraikan secara garis besar apa yang menurutnya diperlukan untuk studi retorika dan berkontribusi terhadap penjelasan yang lebih luas mengenai perilaku manusia. Ia berkeyakinana bahwa bidang ini harusnya mencakup studi mengenai sifat dari kata-kata, studi tentang sifat manusia dan cara mereka menjalani kehidupan
Abad ke- 20
Sebagai bidang sekaligus sebagai satu displin tersendiri komunikasi yang muncul di tahun 1940-an, 1950, dan 1960-an, dengan pengaruh dari ide-ide yang diekmukakan oleh para ilmuwan Yunani Kuno dan diperdalam dalam tulisan-tulisan pada masa berikutnya, masih memiliki bukti yang masih banyak. Cara berpikir tetang sifat tentang komunikasi sbagai bidang yang telah berkembang mulai berubah. evolusi  in tempak jelas dalam model prose komunikasi yang telah diterbitkan dan dipopulerkan.
\Model Komunikasi Lasswell
Lasswell mengatakan bahwa proses komunikasi dpat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan sederhana :“siapa mengatakan apa kepada siapa dengan saluran apa dan dengan dampak apa”. Lasswel melihat komunikasi sebagai proses satu arah dimana sseorang individu memengaruhi orang lain melalui pesan. Model Laswell mengingatkan bahwa mungkin trdapat bebagai hasil atau efek dari komunikasi, seperti menginformasikan, menghibur, memperburuk, serta membujuk.
Model Shannon dan Waeaver
Shannon dan Weaver menggambarkan proses komunikasi dengan cara ini: “komunikasi mencakkup semua prosedur dengan mana satu pikiran dapat  memengaruhi yang lain. Ini, tentu saja, tidak hanya mencakup tulisan dan pidato lisan, tetapi juga musik , seni, gambar, teater, balet, dan sebenarnya meliputi semua perilaku manusia.” Shannon dan Weaver membuat beberapa perbedaan yang tidak ada dalam model yang lain. Secara lebih khusus, mereka membedakan antara sinyal dan pesan; sumber informasi dan pemancar; dan penerima dan tujuan.
Model Scharmm
Scharm berpendapat bahwa tanpa kesamaan medan pengalaman-kesamaan bahasa, kesamaan latar belakang, kesamaan budaya, dan sebagainya hanya sedikit kesempatan bagi pesan untuk dipahami. Scharmm menegaskan pentingnya umpan balik (feed back) sebagai cara untuk mengatasi masalah gangguan (noise). Dia mengatakan bahwa umapan balik “memberi tahu kita bagaiman pesan kita sedang diinterpretasikan. seorang komunikator yang berpengalaman akan sangat memprihatinkan umpan- balik dan terus-menerus memodifikasi pesannya berdasarkan apa yang dia amati atau dengarkan dari khalayaknya”.
Model Katz dan Lazarsfeld
Pada 1955, ilmuwan politik Elihu Katz dan Paul Lazarsfeld menyajikan konsep dua langkah harus(two-stepflow) komunikasi dalam buku merek, ”Pengaruh Pribadi” (personal influence).Model ini berdasarkan penelitian sebelumnya dimana mereka menemukan bahwa informasi yang disajikan dalam media massa tidak mencapai dan tidak memiliki dampak pda individu secara langsung sebagaimana padangan sebelumnya ynag menganggapnya demikian. Secara khusus, penelitian mereka  menemukan bahwa pesan politik melalui radio dan media cetak memiliki efek ynag kurag berarti bagi  keputusan pemilih. Meskipun peeneliti ini menegaskan bahwa konsep  dua langkah ini hanya berlaku dalam beberapa situasii  tertentu, namun formulasi  ini telah  sangat berpengaruhh selama bertahun-tahun. Penelitian ini menunjukkan hubungan komunikasi tatap muka  dan komunikasi  massa, dan jugga memperkenalkan konsep pemuka  pendapat. Penelitian ini jugaa memberikan dasar bagi pengembangan teoori  difusi (diffusion theory) yang menggambarkan dimana pproses ide-ide baru dan inovasi teknollogi diperkenalkan dan diadopsi  dalam kelompok, organisasi, atau masyarakat.
Model Westley dan MacLean
Pendekkatan yang agak berbeda  dikembangkan oleh Bruce Westley dan MacLean Malcolm S.,Jr. mereka  menganjurkan agar meiha proses komunikasi dimulai  denga penerimaa pesan, dari pada pengiriman pesan. Untuk  lebih memastikan, model Westley  dan MacLean menunjukkan bahwa proses komunikasi yang sesungguhnya  dimulai dengan serangkaian sinyal (signal)  atau  potensi pesan.
Model Dance
Pada 1967 Frank Dance mengembangkan model komunikasi  yag disebut dengan model spiral berputar (helical-spiral). Secara substansia, model Dance ini berbeda dalam penaampilan dibandingkan dengan model-model lain sebelumnya. Dipilihhnya bentuk visual seperti ini dimaksudkn untuk menunjukkan bahwa komunikasi adalah proses yang kompleks dan evolusioner. Sebagaimana Dance menulis. Jika komunikasi dipandang sebagai suatu proses, kita dipaksa untuk menyesuaika pemeriksaan kita da nstrumen pengujian kita atas suatu tantangan yang ada dalam gerakan, sesuatu yang berubahh sedangkan kita berada di dalamnya untuk memeriksanya.
Model Watzlawick, Beavin, dan Jackson
Pada tahun 1967, Paulus Watzlawick, Janet Beavin, dan Don Jackson menulis kegunaan komunikasi manusia (pragmatics of Human Communication) yang memberikan pandangan umum tentang komunikasi berdasarkan studi spikiatri dan terapi. Pendekatan dan konsep-konsep yang mereka pakai serta dalil-dalil yang mereka kemukakan telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pemikiran komunikasi. Model Watzlawick-Beavin-Jackson, yang disajikan dalam bentuk umum. Melukiskan komunikasi sebagai proses memberikan dan menerima pesan diantara para pesertamya. Model ini menekankan pandangan bahwa komunikasi bukanla sesuatu yang terjadi hanya ketika sumber dengan sengaja memilihi pesan untuk mengirimkannya. Sebaliknya mereka menyatakan bahwasanya kita selalu beranggapan, “orang tidak dapat berkomunikasi.”
Model Thayer
Pada 1968, buku Lee Thayer, Komunikasi dan Sistem Komunikasi (Communication and Communication System), memberikan pandangan lintasdisiplin mengenai komunikasi. Thayer menekanan komunikasi sebagai proses yang dianamis dimana individu menciptakan dan menginterpresaikan informasi yang dilihatnya sebagai suatu yang kompleks, dinamis, dan sangat pribadi. Untuk meningkatkan cara berpikir ini, Thayer mengusulkan konsep “masuk kedalam hitungan yang mampu” dan “masuk kedalam hitungan yang lemah”, menurutnya kemampuan dan kerentanan kita mengarahkan cara kita memperoleh, memeroses, menghasilkan, dan menyebarkan informasi.
Teori Komunikasi di Abad ke -21
Secara umum tema dan konsep yang sanagt penting dalam membangun teori komunikasi selam dekade pertengahan abad ke-20 berasal dari tahun 1980 dan 1990-an dengan sejumlah perubahan dalam terminologi dan penekanan. Hal lain yang penting selama akhir 1980-an dan 1990-an adalah pengaruh kajian budaya dalam penegmbangan teori komunikasi. Pendekatan ini menekankan peran penting politik, kelas sosial, atau pengaruh budaya dalam membingkai konteks dimana peristiwa komunikasi tertentu terjadi. Dalam dekade pertama abad ke-21, model-model komunikasi yang populer mengungguli model-model yang berkembang pada dekade-dekade sebelumnya. Pada sebagian besar buku teks pengantar komunikasi secara luas digunakan, misalnya komunikasi digambarkan sebagai proses interaksi, atau transaksi, antara individu yang melibatkan pesan, media, dan umpan balik.
Refleksi Evolusi Teori Komunikasi
Paradigma dan Anomali
Dalam cara berpikir ini, komunikasi adalah peristiwa satu arah dalam bentuk pengiriman pesan dari sumber ke (sejumlah) penerima. Karakterisasi S-M-R = E ini telah begitu meresap kedalam pemikiran ilmu ini sehingga mencerminkan apa yang disebut dengan filsuf Thomas Khun dan pemikir lainnya sebagai paradigma. Paradigma adalah orientasi teoritis yang luas yang mengarahkan para ilmuwannya dalam suatu bidang ilmu bekerja secara substansi selam periode waktu tertentu.
     Hasil penelitian, pengamatan, atau peristiwa yang tidak dapat dijelaskan oleh, atau tidak selaras dengan paradigma yang ada disebut anomali. Seringkali kemudaian anomali menjadi pendorong unrtuk membuang satu paradigma dan menjadi paradigma baru.
Model dan tulisa-tulisan Shannon dan Weaver, dan terutama lagi Scarhmm, menunjukan bukti adanya anomali MS#MR dan permulaan dari perubahan model komunikasi. Konsep kebisngan (noise) dari Shannon dan Weaver merepresentasikan pengakuan formal pertama dalam model komunikasi dasar bahwa pesan yang dikirim oleh seorang sumber dan pesan yang diterima oleh penerima serinng tidak bersesuaian.
Teori Komunikasi Dewasa Ini 
Tinjauan kami atas model-model komunikasi menunjukan bahwa paradigma S—M—R = E mendominasi sepanjang sejarah ilmu komunikasi, empat puluh tahun terakhir telah membawa sejumlah perubahan perspektif bidang ini. Evolusi konsep tersebut terdiri dari :
v  sumber – dan berpusat pada pesan ke penerima dan berpusat pad makna.
v  Dari satu – cara ke interaktif dan transaksional.
v  Dari peristiwa ke berorientasi pada proses.
v  Dari penekanan yang khusus pada pengiriman informasi ke penekanan pada interpretasi dan hubungan, serta pengiriman informasi.
v  Dari berbicara didepan umum ke kerangka kerja yang mempertimbangkan komunikasi dalam berbagai konteks termasuk individu, hubungan, keluarga, kelompok, organisasi, masyarakat, dan media.

Senin, 15 Oktober 2018

Bidang Ilmu Komunikasi

Studi komunikasi dimasa awal
            Komunikasi dan perananya dala urusan urusan manusia sudah diperlihatkan sebelum abad ke 5 SM, dalam nasskah naskah klasik babilonia dan mesir dan didalam buku karya Homer, Ilid. Sebuah esai yang ditulis sekitar 3000 SM memberikan saran tetang bagaaimana berbicara secara efektiif, sedangkan The Precepts, disusun sekitar 2675 SM di mesir menyediakan paduan komunkai yang efektif.
            Awal perkembangan teori komuikasi  secara sistematis dapat ditelusuri ke Yunani Kuno. Minat awal mereka  muncul dari keprihatinan praktis kehidupan sehari hari. Negara Yunani paa masa itu memiliki bentuk pemerintahan yang demokratis, dan hamper semua aspek bisnis, pemerintahan, hukum, dan penddikan dilakukan secara lisan.
Retorika dan Pidato
            Teori komunkasi pertama dikembangkan oleh Corax  dan kemudian disempurnakan oleh muridnya Tisias. Teori ini berbicara tentang masalah diruang pengadilan, yang bisa dikatakan sebagai  a seni persuasi. Dikatakan seni persuasi karena didalamya tedapat usaha pengorbanan semagat yang disebut sebagai retorika.
            Tulisan dua sarjana yaitu Cicero dan Quintilian juga memberikan kontribusi  terhadap perluasan teori komunikasi seperti Plato dan Aristoteles,  Cicero mengembangkan teori retorika  dan menjadikan komunikasi sebagai kajian akademis dan praktis. Quintilian dikenang  sebagai pendidik dan pemersatu. Menggabungkan kedalam tulisannya semua pemikiran tentang  komunikasi  yang berkembang lima ratus sebelumnya.  Petunjuk praktis  yang dibuatnya menunjukan bagaimana seharusnya  komunikator  yang baik dididik.
Jurnalisme
             Bidang lain yang memberikan konstribusi  signifikasi terhadap warisan studi komunikai adalah jurnalisme. Seperti halnya retorika dan pidato, perkembangan jurnalisme juga ditelusi kebeberapa ribu tahun yang lalu, Jurnalise juga merupakan komunikasi publik. Pertengahan tahun 1600-an memperlihatkan munculnya surat kabar dalam bentuknya yang modern, dan untuk pertama kalinya Koran diterbitkan di Amerika Serikat bernama, publick occurrences Both Foreign and Domestic, muncul pada tahun 1690 di Boston.
Tahun 1900-1930-an: Pengembangan  Pidato dan Jurnalisme
            Pada  abad ke 20, pidato muncul sebagai suatu disiplin sendiri. Sedangkan praktek jurnalisme telah ada pada tahun sebelumnya, belajar yang formal dibidang ini tidak mengalami kemajuan yang pesat sampai awal 1900-an. Pada tahun 1905 Universitas Wisconsin membuka kursus pertama jurnalisme dimana pada saat sama buku jurnalisme mulai tersedia. Hadirnya radio pada 1920 dan televisi diawal 1940-an mengakibatkan penggunaan konsep jurnalisme lebih luas. Media baru memberikan dorongan terhadap pengembangan suatu pandangan yang lebih luas tentang sifat jurnalisme.
            Minat terhadap komunikasi  tidak terbatas pada pidato dan jurnalisme. Dalam filsafat, para ahli menuliskan sifat komunikasi dan peranannya dalam kehidupan manusia. Antropologi, psikolog, dan sosiolog mengamati peranan komunikasi  dalam kehidupan individu dan dalam proses  sosial. Para penulis dibidang bahasa juga mrmberikan konstribusi terhadap kemajuan studi komunikasi.
Tahun 1940-an dan 1950-an: Pertumbuhan Interdisipliner
Pada 1940-an dan 1950-an, ruang lingkup bidang komunikasi secara substansial bertambah luas. Sejumlah ahli dari berbagai disiplin ilmu perilaku dan ilmu sosial mulai mengembangkan teori teori komunikasi yang melampaui batas-batas bidang mereka sendiri. Dalam antropologi, misalnya, penelitian berkaitan dengan posisi tubuh dan gerakan khususnya meletakan dasar umum untuk studi komunikasi nonverbal. Dalam psikologi, perhatian difokuskan pada persuasi, pengaruh sosial, dan khususnya, sikap bagaimana ia terbentuk, berubah, mempengaruhi perilaku, dan bagaimana komunikasi berperan dalam dinamika psikologi ini.
Tahun 1960-an: Integrasi
Pada 1960-an para ahli menyatukan pemikiran retorika dan pidato, jurnalusme dan media massa, dan disiplin ilmu sosial lainnya. Di antara hal yang patut diperhatikan yang berkonstribusi pada penyatuan adalah buku-buku utama (landmark books) seperti proses komunikasi atau The Process of Communication (1960), Efek Komunikasi Massa atau The Effect of Mass Communication (1960), Tentang Komunikasi Manusia atau On Human Communication (1961) Difusi Inovasi atau Diffusion of Innovation (1962), Ilmu Komunilasi Manusia atau The Scince of Human Communication (1963), Memahami Media atau Understanding Media (1964), dan Teori Komunikasi Massa atau Theories of Mass Communication (1966).
Tahun 1970-an dan Awal 1980-an: Pertumbuhan dan Spesialisasi
Ekspansi  dan spesialisasi yang dimulai pada akhir tahun 1960 baru mencapai puncaknya ditahun 1970-an. Komunikasi interpersonal menjadi semakin popular sebagai bidang studi tentang interaksi nonverbal. Ilmu informasi, teori informasi, dan sistem informasi dan komunikasi adalah bidang menarik lainnya yang terus meningkat. Dalam tahun-tahun yang sama, komunikasi kelompok, organisasi, politik, internasional, dan komunikasi antar budaya muncul sebagai bidang studi yang khusus. Retorika, berbicara di depan umum, debat, teater, patologi pidato, jurnalisme, media massa, fotografi, periklanan, dan hubungan masyarakat terus tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan komunikasi, komunikasi pidato dan komunikasi massa. Disiplin baru seperti komunikasi intruksional, terapeutik, dan komunikasi pembangunan juga menjadi perhatian para peneliti dan peaktisi. Para pakar feminisme dalam komunikasi juga mulai berkontribusi terhadap bidang-bidang tersebut.
Popularitas Komunikasi
Salah satu faktor yang berkonstribusi pada keracunan arti komunikasi selama periode meningkatan popularitas ini adalah penggunaan suatu istilah untuk bidang studi, seperangkat kegiatan, dan sebuah propesi. Komunikasi "dengan S" dan komunikasi "tanpa S". Faktor yang lain menambah kebingungan adalah penggunaan istilah komunikasi "dengan S" (communications) dan komunikasi "tanpa S" (communication). Secarah tradisional, komunikasi "dengan S" digunakan untuk merujuk pada media, atau pada pesan tertentu yang dikirim melalui media. Sedangkan komunikasu "tanpa S" secara histori digunakan untuk merujuk pada aktivitas mengirim dan menerima pesan (melalui media atau tatap muka) dan pada disiplin ilmu komunikasi secarah keseluruhan.
Akhir 1980-an dan 1990-an: Era Informasi
Era  Informasi adalah istilah yang populer digunakan untuk merujuk pada periode yang dimulai pada akhir 1990-an, dan dalam banyak hal masi terus berlanjut hingga saat ini. Era ini menjadi sebuah periode dimana komunilasi dan teknologi informasi hadir dan memakai peran yang semakin penting dalam masyarakat kita. Begitu mengakarnya pengaruh media baru ini serta pentingnya layanan komunikasi dan informasi yang mereka ciptakan, maka sulit untuk menemukan aspek kehidupan pribadi dan profesional yang tidak terpengaruh olehnya.
Informasi sebagai Komoditas
sepanjang  tahun 1980-an dan tahun 1990-an terjadi peningkatan minant akan informasi yang disampaikan melalui pesan-pesan layaknya sebagai barang (good) atau komuditas (commudity) kadang-kadang dapat diperjual belikan dimana komuditas ini dikemas, didistribusikan, disimpan, diperoleh kembali, dan digunakan.
Konvergensi Media
            Media baru dan konvergensi media merupakan ciri penting dari perkembangan ilmu komunikasi pada periode ini. Tentu saja perubahan yang paling jelas pada periode ini adalah pertumbuhan internet, penyimpanan dan pengiriman informasi, serta sistem temu kembali dengan menggunakan komputer. Sepanjang tahun ini, media berbuah bentuk menjadi teknologi bastar (hibrid) yang memungkinkan sumber dan penerima melaksanakan berbagai macam kegiatan yang dulunya sulit, memakan waktu atau bahkan tidak mungkin.
Abad ke-21: Studi Komunilasi Massa Kini
Yang kuno dan yang baru
Inti dari penelitian komunilasi modern memiliki asal-usul yang ada di dalam para filsuf Yunani Kuno. Akan tetapi, tahun 1900-an telah membawa sejumlah perubahan terhadap disiplin ilmu komunikasi, termasuk nama baru. Dalam lima puluh tahun terakhir lingkup kajian bidang ini telah bertambah luas, strukturnya telah berubah, dan setiap aspeknya telah berkembang secarah substansial. Sehubungan dengan hal ini, komunikasi dapat dipandang sebagai sebuah bidang yang baru saja muncul, disiplin ilmu terbaru yang bersangkutan dengan studi tentang perilaku Manusia.
Disiplin dan Hubungan Interdisiplin
            Telah  terjadi setidanya setengah abad terakhir, komunikasi pada periode sekarang adalah sebuah disiplin tersendiri yang kuat. Pada saat yang sama, minat dalam komunikasi sudah melampaui batas-batas bidang Komunikasi. Dualisme ini menegaskan peran sentral komunikasi dalam urusan manusia. Dan, pada saat batas antara komunikasi dan bidang lain menjadi tidak terlalu kaku, komunikasi berfungsi sebagai penghubung intelektual yang penting antara para ahli persuasi dan beragam sudut pandang.
 Penerapan pada Ranah Pribadi dan Ranah Profesional
            Pentingnya  komunikasi yang melekat pada kehidupan masa kini dapat juga dilihat pada sejauh mana fenomena ini dianggap penting untuk pribadi serta dalam pekerjaan kita. Kenyataanya, rak-rak perpustakaan dan tokoh buku penuh dengan tulisan-tilisan yang menekankan pentingnya komunikasi untuk pengembangan dan pemeliharaan hubungan interpersonal dan keluarga yang lebih bermakna. Buku-buku tersebut berbica tentang pentingnya komunikasi bagi para pemimpin perorangan, kerja sama tim, efektivitas organisasi dan daya saing pasar, diantara topik-topik lainnya.
 Teknologi Baru dan Teknologi Lama
            Berbicara dan mendengarkan adalah hal yang utama untuk berkomunikasi ataupun untuk perilaku manusia sejak zaman Yunani Kuno hingga awal melenium baru. Dalam periode sekarang, kita lebih beruntung karena ada penambahan jumlah teknologi komunikasi, baik yang bentuknya permanen maupun yang mudah dibawah ke mana pun kita pergi sebagai sarana bertukar pesan secarah tatap muka. Media yang sudah lama tersedia seperti koran, radio, televisi, dan majalah sudah berubah menjadi teknologi baru
yang perkembangannya dapat kita ikuti dipasaran setiap tahun.
 Masalah dan Solusi
Beberapa  topik telah merembes ke dalam budaya populer sebagaimana kedalam komunikasi. Kita telah begitu terbiasa mendengar dan membaca komentar mengenai tentang yang kita hadapi dalam pertentangan sosial, kependudukan, politik, gender, budaya, gaya hidup, agama, atau lingkungan pekerjaan dimana peran sentral komunikasi dalam masalah-masalah tersebut sering diabaikan. Dalam perbincangan tersebut, komunikasi atau lebih tepatnya, kurang dari pada itu dianggap sebagai masalah yang mendasar. Namun, sebagai dinyatakan John Peters, komunikasi juga dapat dilihat sebagai solusi yang paling penting. Paradoknya, komunikasi dapat dipandang sebagai jurang sejaligus jembatan. Ikhtiar yang seknifikan mendalami fenomena dizaman ini adalah sangat luar biasa, dalam hal ini merupakan suatu faktor yang berkontribusi terhadap kekuasaan dan pentingnya studi dan praktik komunikasi.
 Keterampilan Praktis dan Proses Dasar Kehidupan
            Hal yang kontras lainnya dari studi komunikasi masa kini adalah mengenai keluasannya. Dalam abanyak pelajaran komunikasi, tekanan utamanya adalah keterampilan dan lebih khusus lagi teknik yang berhubungan dengan penciptaan dan penyebaran pesan, secarah lisan ataupun melalui tulisan, secarah tatap muka ataupun secarah teknologi melalui media. Bahkan masi ada pelajaran lainnya biasanya menggunakan buku seperti ini bahwa secarah teoritis pendekatan komunikasi dilihat sebagai sebuah proses kehidupan yang sangat penting, yang menjadi dasar bagi perkembangan fisik, pribadi, sosial, dan eksistensi budaya kita.

Selasa, 09 Oktober 2018

Unsur Unsur Komunikasi dan Tingkatannya

1.UNSUR UNSUR KOMUNIKASI
Komunikator
Komunikator merupakan pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, komunikator adalah seseorang atau sekelompok orang yang memiliki inisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan atau interaksi.
Komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja. Akan tetapi juga memberikan sebuah respon atau tanggapan dan menjawab dari proses komunikasi yang sedang berlangsung.
Baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
Pesan atau Informasi
Pesan atau informasi merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan bisa berupa sebuah kata-kata, tulisan, gambaran, atau sebuah perantara lainnya.
Pesan ini mempunyai inti, yaitu mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain.
Inti pesan akan selalu mengarah kepada tujuan akhir komunikasi tersebut.
Sarana Komunikasi atau Channel
Sarana komunikasi atau channel dapat disebut dengan media yang digunakan sebagai penyalur pesan dalam sebuah proses komunikasi.
Pemilihan sarana atau media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.
 Komunikan atau Receiver
Komunikan adalah sebutan bagi orang yang menerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Komunikan dapat terdiri dari satu roang atau lebih dan bisa pula dalam bentuk kelompok.
Dalam sebuah proses komunikasi, komunikasi merupakan elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk bisa mengerti pesan yang disampaikan dengan baik dan benar.
 Umpan Balik atau Feedback
Umpan balik bisa diartikan sebagai jawaban komunikan atas pesan yang diberikan oleh komunikator kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan akan terus menerus bertukar peran.
Dampak atau Effect
Dampak adalah efek perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Apabila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai dengan isi pesan, maka komunikator telah berhasil dengan baik.
Dampak atau effect sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion, ataupun majority opinion.
Namun semua itu mengarah kepada perubahan yang terjadi pada komunikan setelah menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator.

2.TINGKATAN KOMUNIKASI
Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi dengan diri sendiri berusaha mengenal diri sendiri, dan segala konsep diri yang melingkupinya, menanyakan kepada diri sendiri entang seala hal yang ingin dia ketahui terkait dengan keinginan, kebutuhan dan lain-lain.
Misal :
Menanyakan pada diri sendiri apakah tujuan hidup sudah tercapai atau belum, apakah hal yang direncanakan mampu dilaksanakan dengan baik.
Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi dengan orang lain secara face to face maupun dalam kelompok.
Syarat komunikasi interpersonal yang baik :
– Good Listener (pendengar yang baik)
– Intonasi
– Empati
Memperhatikan respon emosi orang lain jangan terlalu banyak humor,jika lawan bicara sedang sedih atau sebaliknya.
– Humor
Menyegarkan hubungan dengan sebuah suasana yang fresh dan tidak terkesan formal.
Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang melibatkan lebih dari tiga orang dan biasanya dalam bentuk diskusi dan saling mengenal.
Komunikasi publik
Komunikasi publik adalah proses komunikasi yang dilakukan dihadapan orang banyak baik secara aktif maupun pasif.
Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi adalah komunikasi yang terjadi didalam organisasi maupun antar organiasasi yang dapat bersifat formal maupun nonformal.
Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah menyampaikan informasi kepada beberapa orang disebuah situasi yang sengaja diciptakan.
Syarat :
1. Positioning : menguasaiposisi dimana berdiri, kapan harus mendekat, kapan harus membuat perubahan posisi di depan , di tengah, maupun di belakang.
2. Volume
3. Bahasa tubuh
4. Motivasi : gunakan kata-kata atau bahasa yang inspiratif maupun yang membangkitkan motivasi.
Iklanhttps://rrtiyasnur91.wordpress.com/2011/11/28/tingkatan-komunikasi/

Minggu, 30 September 2018

Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli

 Pengertian komunikasi di ekstrak dari bahasa latin yaitu “communicatio” yang ber istilah “communis” yang berarti menciptakan kebersamaan antara dua orang atau lebih. Dalam kehidupan kita selain menjadi makhluk individu, kita juga sebagai makhluk sosial yang sangat membutuhkan interaksi dengan orang lain. Cukup banyak para ahli yang mendefinikan secara lebih jelas dan detail mengenai pengertian komunikasi. Berikut ini akan Pakar Komunikasi rangkum 20 pengertian komunikasi menurut para ahli.

Everett M. Rogers
Beliau mengemukakan pendapatnya yaitu Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerimaan atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

Rogers & O. Lawrence Kincaid
“Komunikasi merupakan suatu interaksi dimana terdapat dua orang atau lebih yang sedang membangun atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada akhirnya akan tiba dimana mereka saling memahami dan mengerti”.

Theodore M. Newcomb
Setiap bentuk komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi, yang terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber untuk penerima.

Murphy & Mendelson
Menurutnya Komunikasi merupakan suatu komunikaso untuk membangun & mempertahankan hubungan interpersonal.

Gerald R. Miller
Menurutnya Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk mempengaruhi perilaku mereka.

Raymond Ross
Menurutnya Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu penerima pesan membangkitkan respons/makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

William Albig
Menurutnya Komunikasi adalah proses pengoperan lambang yg berarti diantara individu-individu.

Prof. Dr. Alo Liliweri
Menurutnya Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami.

Carl I. Hovland
Menurutnya Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang veral) untuk mengubah perilaku orang lain.

Bernard Barelson & Garry A. Steiner
Menurutnya Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, dan angka.

Colin Cherry
Menurutnya Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.

William J. Seller
Menurutnya komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.

Onong Uchjana Effendy
Menurutnya komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media)

Uchjana Effendy
Menurutnya komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media)

David K. Berlo
Menurutnya Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untk mengetahui serta memprediksi setiap orang, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan keseimbangan masyarakat.

Harorl D. Lasswell
Menurutnya Komunikasi dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa. Dengan hasil atau akbiat apa.

Steven
Menurutnya Komunikasi dapat terjadi kapan saja suatu organisme member reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apa itu berasal dari seseorang atau berasal dari lingkungannya.

Bernard Berelson dan Gary A. Steiner
Menurutnya Komunikasi ialah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan lain sebagainya dengan menggunakan simbol – simbol, kata – kata. gambar, grafik, figur dan lain sebagainya, tindakan atau proses transmisi itulah yang disebut dengan komunikasi.

John R. Wenburg dan William W Wilmot
Menurutnya Komunikasi ialah suatu usaha untuk memperoleh makna.

Harorl D. Lasswell dalam dedy Mulyana, ilmu komunikasi Suatu Pengantar 2005, hal 62.
Menurutnya komunikasi ialah dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa, dengan hasil atau akibat apa.

https://www.sepengetahuan.co.id/2015/03/100-macam-pengertian-komunikasi-menurut-para-ahli.html#32_Anderson