Senin, 15 Oktober 2018

Bidang Ilmu Komunikasi

Studi komunikasi dimasa awal
            Komunikasi dan perananya dala urusan urusan manusia sudah diperlihatkan sebelum abad ke 5 SM, dalam nasskah naskah klasik babilonia dan mesir dan didalam buku karya Homer, Ilid. Sebuah esai yang ditulis sekitar 3000 SM memberikan saran tetang bagaaimana berbicara secara efektiif, sedangkan The Precepts, disusun sekitar 2675 SM di mesir menyediakan paduan komunkai yang efektif.
            Awal perkembangan teori komuikasi  secara sistematis dapat ditelusuri ke Yunani Kuno. Minat awal mereka  muncul dari keprihatinan praktis kehidupan sehari hari. Negara Yunani paa masa itu memiliki bentuk pemerintahan yang demokratis, dan hamper semua aspek bisnis, pemerintahan, hukum, dan penddikan dilakukan secara lisan.
Retorika dan Pidato
            Teori komunkasi pertama dikembangkan oleh Corax  dan kemudian disempurnakan oleh muridnya Tisias. Teori ini berbicara tentang masalah diruang pengadilan, yang bisa dikatakan sebagai  a seni persuasi. Dikatakan seni persuasi karena didalamya tedapat usaha pengorbanan semagat yang disebut sebagai retorika.
            Tulisan dua sarjana yaitu Cicero dan Quintilian juga memberikan kontribusi  terhadap perluasan teori komunikasi seperti Plato dan Aristoteles,  Cicero mengembangkan teori retorika  dan menjadikan komunikasi sebagai kajian akademis dan praktis. Quintilian dikenang  sebagai pendidik dan pemersatu. Menggabungkan kedalam tulisannya semua pemikiran tentang  komunikasi  yang berkembang lima ratus sebelumnya.  Petunjuk praktis  yang dibuatnya menunjukan bagaimana seharusnya  komunikator  yang baik dididik.
Jurnalisme
             Bidang lain yang memberikan konstribusi  signifikasi terhadap warisan studi komunikai adalah jurnalisme. Seperti halnya retorika dan pidato, perkembangan jurnalisme juga ditelusi kebeberapa ribu tahun yang lalu, Jurnalise juga merupakan komunikasi publik. Pertengahan tahun 1600-an memperlihatkan munculnya surat kabar dalam bentuknya yang modern, dan untuk pertama kalinya Koran diterbitkan di Amerika Serikat bernama, publick occurrences Both Foreign and Domestic, muncul pada tahun 1690 di Boston.
Tahun 1900-1930-an: Pengembangan  Pidato dan Jurnalisme
            Pada  abad ke 20, pidato muncul sebagai suatu disiplin sendiri. Sedangkan praktek jurnalisme telah ada pada tahun sebelumnya, belajar yang formal dibidang ini tidak mengalami kemajuan yang pesat sampai awal 1900-an. Pada tahun 1905 Universitas Wisconsin membuka kursus pertama jurnalisme dimana pada saat sama buku jurnalisme mulai tersedia. Hadirnya radio pada 1920 dan televisi diawal 1940-an mengakibatkan penggunaan konsep jurnalisme lebih luas. Media baru memberikan dorongan terhadap pengembangan suatu pandangan yang lebih luas tentang sifat jurnalisme.
            Minat terhadap komunikasi  tidak terbatas pada pidato dan jurnalisme. Dalam filsafat, para ahli menuliskan sifat komunikasi dan peranannya dalam kehidupan manusia. Antropologi, psikolog, dan sosiolog mengamati peranan komunikasi  dalam kehidupan individu dan dalam proses  sosial. Para penulis dibidang bahasa juga mrmberikan konstribusi terhadap kemajuan studi komunikasi.
Tahun 1940-an dan 1950-an: Pertumbuhan Interdisipliner
Pada 1940-an dan 1950-an, ruang lingkup bidang komunikasi secara substansial bertambah luas. Sejumlah ahli dari berbagai disiplin ilmu perilaku dan ilmu sosial mulai mengembangkan teori teori komunikasi yang melampaui batas-batas bidang mereka sendiri. Dalam antropologi, misalnya, penelitian berkaitan dengan posisi tubuh dan gerakan khususnya meletakan dasar umum untuk studi komunikasi nonverbal. Dalam psikologi, perhatian difokuskan pada persuasi, pengaruh sosial, dan khususnya, sikap bagaimana ia terbentuk, berubah, mempengaruhi perilaku, dan bagaimana komunikasi berperan dalam dinamika psikologi ini.
Tahun 1960-an: Integrasi
Pada 1960-an para ahli menyatukan pemikiran retorika dan pidato, jurnalusme dan media massa, dan disiplin ilmu sosial lainnya. Di antara hal yang patut diperhatikan yang berkonstribusi pada penyatuan adalah buku-buku utama (landmark books) seperti proses komunikasi atau The Process of Communication (1960), Efek Komunikasi Massa atau The Effect of Mass Communication (1960), Tentang Komunikasi Manusia atau On Human Communication (1961) Difusi Inovasi atau Diffusion of Innovation (1962), Ilmu Komunilasi Manusia atau The Scince of Human Communication (1963), Memahami Media atau Understanding Media (1964), dan Teori Komunikasi Massa atau Theories of Mass Communication (1966).
Tahun 1970-an dan Awal 1980-an: Pertumbuhan dan Spesialisasi
Ekspansi  dan spesialisasi yang dimulai pada akhir tahun 1960 baru mencapai puncaknya ditahun 1970-an. Komunikasi interpersonal menjadi semakin popular sebagai bidang studi tentang interaksi nonverbal. Ilmu informasi, teori informasi, dan sistem informasi dan komunikasi adalah bidang menarik lainnya yang terus meningkat. Dalam tahun-tahun yang sama, komunikasi kelompok, organisasi, politik, internasional, dan komunikasi antar budaya muncul sebagai bidang studi yang khusus. Retorika, berbicara di depan umum, debat, teater, patologi pidato, jurnalisme, media massa, fotografi, periklanan, dan hubungan masyarakat terus tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan komunikasi, komunikasi pidato dan komunikasi massa. Disiplin baru seperti komunikasi intruksional, terapeutik, dan komunikasi pembangunan juga menjadi perhatian para peneliti dan peaktisi. Para pakar feminisme dalam komunikasi juga mulai berkontribusi terhadap bidang-bidang tersebut.
Popularitas Komunikasi
Salah satu faktor yang berkonstribusi pada keracunan arti komunikasi selama periode meningkatan popularitas ini adalah penggunaan suatu istilah untuk bidang studi, seperangkat kegiatan, dan sebuah propesi. Komunikasi "dengan S" dan komunikasi "tanpa S". Faktor yang lain menambah kebingungan adalah penggunaan istilah komunikasi "dengan S" (communications) dan komunikasi "tanpa S" (communication). Secarah tradisional, komunikasi "dengan S" digunakan untuk merujuk pada media, atau pada pesan tertentu yang dikirim melalui media. Sedangkan komunikasu "tanpa S" secara histori digunakan untuk merujuk pada aktivitas mengirim dan menerima pesan (melalui media atau tatap muka) dan pada disiplin ilmu komunikasi secarah keseluruhan.
Akhir 1980-an dan 1990-an: Era Informasi
Era  Informasi adalah istilah yang populer digunakan untuk merujuk pada periode yang dimulai pada akhir 1990-an, dan dalam banyak hal masi terus berlanjut hingga saat ini. Era ini menjadi sebuah periode dimana komunilasi dan teknologi informasi hadir dan memakai peran yang semakin penting dalam masyarakat kita. Begitu mengakarnya pengaruh media baru ini serta pentingnya layanan komunikasi dan informasi yang mereka ciptakan, maka sulit untuk menemukan aspek kehidupan pribadi dan profesional yang tidak terpengaruh olehnya.
Informasi sebagai Komoditas
sepanjang  tahun 1980-an dan tahun 1990-an terjadi peningkatan minant akan informasi yang disampaikan melalui pesan-pesan layaknya sebagai barang (good) atau komuditas (commudity) kadang-kadang dapat diperjual belikan dimana komuditas ini dikemas, didistribusikan, disimpan, diperoleh kembali, dan digunakan.
Konvergensi Media
            Media baru dan konvergensi media merupakan ciri penting dari perkembangan ilmu komunikasi pada periode ini. Tentu saja perubahan yang paling jelas pada periode ini adalah pertumbuhan internet, penyimpanan dan pengiriman informasi, serta sistem temu kembali dengan menggunakan komputer. Sepanjang tahun ini, media berbuah bentuk menjadi teknologi bastar (hibrid) yang memungkinkan sumber dan penerima melaksanakan berbagai macam kegiatan yang dulunya sulit, memakan waktu atau bahkan tidak mungkin.
Abad ke-21: Studi Komunilasi Massa Kini
Yang kuno dan yang baru
Inti dari penelitian komunilasi modern memiliki asal-usul yang ada di dalam para filsuf Yunani Kuno. Akan tetapi, tahun 1900-an telah membawa sejumlah perubahan terhadap disiplin ilmu komunikasi, termasuk nama baru. Dalam lima puluh tahun terakhir lingkup kajian bidang ini telah bertambah luas, strukturnya telah berubah, dan setiap aspeknya telah berkembang secarah substansial. Sehubungan dengan hal ini, komunikasi dapat dipandang sebagai sebuah bidang yang baru saja muncul, disiplin ilmu terbaru yang bersangkutan dengan studi tentang perilaku Manusia.
Disiplin dan Hubungan Interdisiplin
            Telah  terjadi setidanya setengah abad terakhir, komunikasi pada periode sekarang adalah sebuah disiplin tersendiri yang kuat. Pada saat yang sama, minat dalam komunikasi sudah melampaui batas-batas bidang Komunikasi. Dualisme ini menegaskan peran sentral komunikasi dalam urusan manusia. Dan, pada saat batas antara komunikasi dan bidang lain menjadi tidak terlalu kaku, komunikasi berfungsi sebagai penghubung intelektual yang penting antara para ahli persuasi dan beragam sudut pandang.
 Penerapan pada Ranah Pribadi dan Ranah Profesional
            Pentingnya  komunikasi yang melekat pada kehidupan masa kini dapat juga dilihat pada sejauh mana fenomena ini dianggap penting untuk pribadi serta dalam pekerjaan kita. Kenyataanya, rak-rak perpustakaan dan tokoh buku penuh dengan tulisan-tilisan yang menekankan pentingnya komunikasi untuk pengembangan dan pemeliharaan hubungan interpersonal dan keluarga yang lebih bermakna. Buku-buku tersebut berbica tentang pentingnya komunikasi bagi para pemimpin perorangan, kerja sama tim, efektivitas organisasi dan daya saing pasar, diantara topik-topik lainnya.
 Teknologi Baru dan Teknologi Lama
            Berbicara dan mendengarkan adalah hal yang utama untuk berkomunikasi ataupun untuk perilaku manusia sejak zaman Yunani Kuno hingga awal melenium baru. Dalam periode sekarang, kita lebih beruntung karena ada penambahan jumlah teknologi komunikasi, baik yang bentuknya permanen maupun yang mudah dibawah ke mana pun kita pergi sebagai sarana bertukar pesan secarah tatap muka. Media yang sudah lama tersedia seperti koran, radio, televisi, dan majalah sudah berubah menjadi teknologi baru
yang perkembangannya dapat kita ikuti dipasaran setiap tahun.
 Masalah dan Solusi
Beberapa  topik telah merembes ke dalam budaya populer sebagaimana kedalam komunikasi. Kita telah begitu terbiasa mendengar dan membaca komentar mengenai tentang yang kita hadapi dalam pertentangan sosial, kependudukan, politik, gender, budaya, gaya hidup, agama, atau lingkungan pekerjaan dimana peran sentral komunikasi dalam masalah-masalah tersebut sering diabaikan. Dalam perbincangan tersebut, komunikasi atau lebih tepatnya, kurang dari pada itu dianggap sebagai masalah yang mendasar. Namun, sebagai dinyatakan John Peters, komunikasi juga dapat dilihat sebagai solusi yang paling penting. Paradoknya, komunikasi dapat dipandang sebagai jurang sejaligus jembatan. Ikhtiar yang seknifikan mendalami fenomena dizaman ini adalah sangat luar biasa, dalam hal ini merupakan suatu faktor yang berkontribusi terhadap kekuasaan dan pentingnya studi dan praktik komunikasi.
 Keterampilan Praktis dan Proses Dasar Kehidupan
            Hal yang kontras lainnya dari studi komunikasi masa kini adalah mengenai keluasannya. Dalam abanyak pelajaran komunikasi, tekanan utamanya adalah keterampilan dan lebih khusus lagi teknik yang berhubungan dengan penciptaan dan penyebaran pesan, secarah lisan ataupun melalui tulisan, secarah tatap muka ataupun secarah teknologi melalui media. Bahkan masi ada pelajaran lainnya biasanya menggunakan buku seperti ini bahwa secarah teoritis pendekatan komunikasi dilihat sebagai sebuah proses kehidupan yang sangat penting, yang menjadi dasar bagi perkembangan fisik, pribadi, sosial, dan eksistensi budaya kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar